Minggu, 20 April 2014

Data Mahasiswa Mata Kuliah Statistika Akuntansi B STIESS Kendal

untuk melihat materi tugas lainnya, klik dibawah ini yaaa...

Tugas pertama
Bab 2 dan 3
Bab 4 Ukuran Pemusatan
Bab 5 Ukuran Penyebaran.
Bab 6 Momen ...
Bab 7 Distribusi
Bab 8 Analisis Hipotesis
Bab 9 Analisis Variansi
Bab 10 Analisis Regresi dan Korelasi

 No
NIM
Nama
Hobby
1
2213001
Afifuddin
  nonton
2
2213002
Ana Lutfia Rahayu
membaca
3
2213004
Atika Nur Fathonah
  smsan
4
2213005
Biyadhu Fidhoh
 membaca
5
2213006
Dendi Safaroh
  makan
6
2213009
Edi Riyanto
  vespa
7
2213010
Fajar Amelia
  membaca
8
2213011
Farkhatussaidah
  membaca
9
2213012
Galih Guliano
  kepo
10
2213013
Heru Sutopo
  bicala
11
2213014
Imam Turmudi
  membaca
12
2213017
Kharisatul Laeliyah
membaca
13
2213018
Lisa Afrilia
foto
14
2213019
Lisiana Pramesti Utami
makan
15
2213020
Mukti Wibowo
jalan-jalan
16
2213021
Nisa Afida
shopping
17
2213022
Nur Hidayati
memasak
18
2213024
Puji Sugiono
karaoke
19
2213027
Siti Fauzanah
membaca
20
2213028
Siti Marwah
membaca
21
2213029
Siti Masfufah
membaca
22
2213030
Siti Nur Jannah
mengaji
23
2213031
Siti Tohiroh
bersi-bersih
24
2213033
Sumariyah
dandan
25
2213035
Uzlifatul Khoiroh
smsan
26
2213036
Wulidatun Naimah
facebookan
27
2213037
Amalia
chattingan
28
2213038
Dewi Siti Fatimah
bbman
29
2213039
Endang Setianingsih
membaca
30
2213040
Hasan As'ari
membaca
31
2213041
Ika Rokhma Sari
narsis
32
2213042
Inda Rohmatin
binis
33
2213043
Komsatun
shopping
34
2213044
M. Khaerudin
membaca
35
2213045
M. Lathifil Anshori
membaca
36
2213046
Mochamad Rifay
tidur
37
2213047
Nur Hidayah
membaca
38
2213048
Rika Chaeriyah
smsan
39
2213049
Ratih Hapsari Handayani
membaca
40
2213050
Retno Kumalasari
membaca
41
2213051
Siti Irawati
foto
42
2213052
Siti Maftukhah
membaca
43
2213053
Ustadzah Umriyah
nonton tipi
44
2213054
Ulfi Zaituni
whatsappan
45
2213055
Ririh Nia Pratusy
membaca
46
2213057
Sri Pitdianti
membaca
47
2213059
Solikhatun
membaca
48
2213061
Ana Afifah
membaca
49
2213062
Aeni Nur Rohmawati
membaca
UKURAN PEMUSATAN

UKURAN PEMUSATAN DATA TUNGGAL

1. Mean

Mean atau rata-rata merupakan salah satu ukuran pemusatan data, secara mudahnya yang disebut dengan mean adalah jumlah seluruh dantum dibagi dengan banyaknya dantum. mean biasanya dilambangkan dengan huruf kecil diatasnya. jika dituliskan dengan rumus maka menjadi :

Ukuran Pemusatan Data - rumus mean

2.  Modus

Dalam 10 kali ulangan statistika matematika, Ucok memperoleh 6 kali nilai 8. dan yang lainnya mendapat nilai 7, 4, 6, 7. didalam statistika matematika nilai yang sering muncul inilah yang disebut dengan modus. Modus bisa saja tidak hanya satu dan bahkan bisa saja dalam suatu rangkaian nilai tidak ada modusnya karena semua data/nilai berbeda semua tidak ada yang sama.
kesimpulannya kumpulan nilai ucok dalam ulangan statistika matematika tersebut adalah angka 8, karena angka 8 lah yang sering muncul yaitu sebanyak 6 kali dalam sepuluh ulangan.

3.  Median

yang disebut dengan median adalah nilai tengah suatu data yang sudah diurutkan. gimana sudah jelaskan...? jadi median adalah membagi dantum menjadi 2 bagian sama banyak dan kemudian dicari nilai yang berada ditengahnya.
untuk lebih jelasnya mengenai median silahkan lihat contoh berikut :
contoh 1 materi statistika - median
Tentukan median dari data berikut.
9, 7, 5, 6, 6, 8, 7
Jawab:
Urutkanlah datanya terlebih dahulu.
5, 6, 6,  7 , 7, 8, 9 karena jumlah dantumnya ganjil yaitu ada 7 dantum maka mediannya yaitu nilai ke-4.
jadi di dapat median dari sekumpulan nilai tersebut adalah 6
contoh 2 materi statistika - median
berikut adalah nilai budi dalam ulangan statistika matematika selama 8 kali : 
7, 7, 10, 8, 6, 6, 7, 8. Tentukan median nilai-nilai budi tersebut..
Jawab:
seperti biasanya sebelum kita mencari median kita harus mengurutkan datanya terlebih dahulu.
 6, 6, 7, 7, 7, 8 8, 10 (banyak datum = 8 (genap)).
karena jumlah dantumnya genap ( 8 ) maka median atau nilai tengahnya yaitu jumlah nilai ke-4 dan ke-5 dibagi 2, yaitu 7 + 7 = 14 dibagi 2 = 7
jadi didapat median dari nilai budi yaitu 7

Ukuran Pemusatan Data Berkelompok


Data berkelompok merupakan data yang disajikan dalam bentuk kelas-kelas interval. Untuk menghitung ukuran pemusatan data berkelompok, agak berbeda dari cara menghitung ukuran pemusatan data tunggal. Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian berikut:

Rata-rata data berkelompok
Untuk mencari rata-rata data berkelompok, caranya ada tiga, yaitu cara biasa, cara rataan sementara dan cara coding. Oke, sekarang kita bahas satu persatu ya…
a. Cara biasa
Mengapa disebut cara biasa? Karena prinsipnya sama saja dengan menghitung nilai rataan untuk data tunggal. Rumus yang digunakan yaitu:

Keterangan:
fi = frekuensi kelas ke i
xi = titik tengah kelas ke i
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:
Tabel di bawah ini merupakan nilai ulangan matematika kelas XI IPA.

Nilai Frekuensi
41 – 50 8
51 – 60 5
61 – 70 14
71 – 80 8
81 – 90 3
91 – 100 2

Tentukan rata-rata dari data di atas!
Jawab:
Untuk menghitung rata-rata data pada contoh soal di atas, terlebih dahulu kita siapkan tabel berikut

Nilai Frekuensi xi fi.xi
41 – 50 8 45,5 364
51 – 60 5 55,5 277,5
61 – 70 14 65,5 917
71 – 80 8 75,5 604
81 – 90 3 85,5 256,5
91 – 100 2 95,5 191
Jumlah 40
2610

Sesudah tabel tersebut lengkap, selanjutnya kita masukkan nilai-nilai yang kita perlukan ke dalam rumus di atas. sehingga rata-rata nilai dari data tersebut adalah:


Nah, gampangkan. Yang diperlukan hanya ketekunan dan ketelitian. Biasanya kita sering terjebak dalam hal perhitungan di tabelnya saja, sehingga berdampak ke hasil akhir yang salah. Namun, jika kita merasa kesulitan dengan angka-angka yang sangat besar, untuk menghitung nilai rata-rata data berkelompok dapat juga menggunakan cara kedua, yaitu memakai rataan sementara.

b. Menghitung rata-rata data berkelompok dengan menggunakan rataan sementara

Cara ini disebut cara rataan sementara karena kita terlebih dahulu menentukan nilai titik tengah yang akan kita asumsikan sebagai rataan sementara. Rumus untuk menentukan nilai rata-rata data berkelompok dengan menggunakan rataan semetara adalah:
Keterangan:


Oke, agar lebih jelas, mari kita hitung nilai rataan data di atas dengan menggunakan rataan sementara. Perhatikan tabel berikut!

Nilai Frekuensi xi di fi.di
41 – 50 8 45,5 -20 -160
51 – 60 5 55,5 -10 -50
61 – 70 14 65,5 0 0
71 – 80 8 75,5 10 80
81 – 90 3 85,5 20 60
91 – 100 2 95,5 30 60
Jumlah 40

-10

Pada tabel di atas, titik tengah kelas interval ketiga di beri warna merah, karena saya menentukan rataan sementaranya 65,5, sehingga saya beri tanda warna merah. Nah, setelah kita melengkapi tabel tersebut, selajutnya tinggal menuangkan angka-angka yang dibutuhkan ke dalam rumus rataan sementara.

BAB 7

halaman terkait:

Bab 2 dan 3                                           
Bab 4 Ukuran Pemusatan                   Bab 8 Analisis Hipotesis
Bab 5 Ukuran Penyebaran.                 Bab 9 Analisis Variansi
Bab 6 Momen ...                                Bab 10 Analisis Regresi dan Korelasi
Bab 7 Distribusi

             

 

BAB 7

Distribusi Normal, Distribusi f dan Distribusi t

1. Distribusi Normal

Distribusi normal merupakan suatu alat statistik yang sangat penting untuk menaksir dan meramalkan peristiwa-peristiwa yang lebih luas. Distribusi normal disebut juga dengan distribusi Gauss untuk menghormati Gauss sebagai penemu persamaannya (1777-1855). Menurut pandangan ahli statistik, distribusi variabel pada populasi mengikuti distribusi normal.
Karakteristik Kurva Distribusi Normal
Karakteristik

  1. Kurva berbentuk genta (m= Md= Mo)
  2. Kurva berbentuk simetris
  3. Kurva normal berbentuk asimptotis
  4. Kurva mencapai puncak pada saat X= m
  5. Luas daerah di bawah kurva adalah 1; ½ di sisi kanan nilai tengah dan ½ di sisi kiri.
    enis-Jenis Distribusi Probabilitas Normal
  6. Distribusi kurva normal dengan m sama dan s berbeda
JenisKV1
  • Distribusi kurva normal dengan m berbeda dan s sama
JenisKV2
  • Distribusi kurva normal dengan m dan s berbeda
JenisKV3
Fungsi Denitas Distribusi Normal
Fungsi densitas distribusi normal diperoleh dengan persamaan sebagai berikut
rumus-fungsi-distribus-normal-tabel-z
dimana
  • π = 3,1416
  • e = 2,7183
  • µ = rata-rata
  • σ = simpangan baku
Persamaan di atas bila dihitung dan diplot pada grafik akan terlihat seperti pada Gambar 1 berikut.
kurvanormalumum_thumb
Gambar 1. kurva distribusi normal umum
Sifat-sifat penting distribusi normal adalah sebagai berikut:
  1. Grafiknya selalu berada di atas sumbu x
  2. Bentuknya simetris pada x = µ
  3. Mempunyai satu buah modus, yaitu pada x = µ
  4. Luas grafiknya sama dengan satu unit persegi, dengan rincian
    • Kira-kira 68% luasnya berada di antara daerah µ – σ dan µ + σ
    • Kira-kira 95% luasnya berada di antara daerah µ – 2σ dan µ + 2σ
    • Kira-kira 99% luasnya berada di antara daerah µ – 3σ dan µ + 3σ
Membuat kurva normal umum bukanlah suatu pekerjaan yang mudah.  Lihat saja rumus untuk mencari fungsi densitasnya (nilai pada sumbu Y) begitu rumit.  Oleh karena itu, orang tidak banyak menggunakannya.
Orang lebih banyak menggunakan DISTIBUSI NORMAL BAKU.  Kurva distribusi normal baku diperoleh dari distribusi normal umum dengan cara transformasi nilai x menjadi nilai z, dengan formula sbb:
formulaz_thumb
Kurva distribusi normal baku disajikan pada Gambar 2 berikut ini.
kurvanormalbakuok_thumb
Gambar 2.  Kurva distribusi normal baku
Kurva distribusi normal baku lebih sederhana dibanding kurva normal umum.  Pada kurva distribusi normal baku, nilai µ = 0 dan nilai σ=1, sehingga terlihat lebih menyenangkan.  Namun, sifat-sifatnya persis sama dengan sifat-sifat distribusi normal umum.
Untuk keperluan praktis, para ahli statistika telah menyusun Tabel distribusi normal baku dan tabel tersebut dapat ditemukan hampir di semua buku teks Statistika.  Tabel distribusi normal bakui disebut juga dengan Tabel Z dan dapat digunakan untuk mencari peluang di bawah kurva normal secara umum, asal saja nilai µ dan σ diketahui. Sebagai catatan nilai µ dan σ dapat diganti masing-masing dengan nilai dan S.
Berikut adalah tabel distribusi normal standar, untuk P (X < x), atau dapat diilustrasikan dengan luas kurva normal standar dari X = minus takhingga sampai dengan X = x.
tabel z tabel z 2
Tabel Z
Contoh penggunaan tabel Z:
Hitung P (X<1,25)
Penyelesaian: Pada tabel, carilah angka 1,2 pada kolom paling kiri. Selanjutnya, carilah angka 0,05 pada baris paling atas. Sel para pertemuan kolom dan baris tersebut adalah 0,8944.
distribusi normal3
Dengan demikian, P (X<1,25) adalah 0,8944.
kurva normal6
Contoh kasus menggunakan rumus Z
Rata-rata produktivitas padi di Aceh tahun 2009 adalah 6 ton per ha, dengan simpangan baku (s) 0,9 ton.  Jika luas sawah di Aceh 100.000 ha dan produktivitas padi berdistribusi normal (data tentatif), tentukan
1. berapa luas sawah yang produktivitasnya lebih dari 8  ton ?
Jawab:
1. Hitung nilai z dari nilai x = 8 ton dengan rumus
clip_image00210_thumb
2. Hitung luas di bawah kurva normal pada z = 2,22.  Caranya buka Tabel Z dan lihat  sel pada perpotongan baris 2,20 dan kolom 0,02.  Hasilnya adalah angka 0,98679 dan bila dijadikan persen menjadi 98,679%.  Angka ini menunjukkan bahwa luas di bawah kurva normal baku dari titik 2,22 ke kiri kurva adalah sebesar 98,679%. Karena luas seluruh di bawah kurva normal adalah 100%, maka luas dari titik 2,22 ke kanan kurva adalah 100% – 98,679% = 1,321% (arsir warna hitam pada gambar).  Oleh karena itu, luas sawah yang produktivitasnya lebih dari 8 ton adalah 1,321%, yaitu (1,321/100) x 100.000 ha = 1321 ha.
kurvanormalbaku222_thumb 


2. Distribusi f
Distribusi ini juga mempunyai variabel acak yang kontinu. Fungsi identiatasnya mempunyai persamaan:
Dengan variabel acak F memenuhi batas F > 0, K = bilangan yang tetap harganya bergantung pada v1 dan v2 . sedemikian sehingga luas dibawah kurva sama dengan satu, v1= dk pembilang dan v2= dk penyebut.
Jadi distribusi F ini mempunyai dua buah derajat kebebasan. Grafik distribusi F tidak simetrik dan umumnya sedikit positif seperti juga distribusi lainya, untuk keperluan penghitungan dengan distribusi F, daftar distribusi F telah disediakan seperti dapat ditemukan dalam lampiran , daftar 1. Daftar tersebut berisikan nilai-nilai F untuk peluang 0,01 dan 0,05 dengan derajat kebebasan v1 dan v2. Peluang ini sama dengan luas daerah ujung kanan yang diarsir, sedangkan dk=v1 ada pada baris paling atas dan dk=v2 pada kolom paling kiri.
Untuk tiap pasang dk,v1 dan v2,daftar berisikan harga-harga Fdengan luas kedua ini (0,01 atau 0,05)





Untuk tiap dk= v2, daftar terdiri atas dua baris, yang atas untuk peluang p=0,05 dan yang bawah untuk p=0,01.
Contoh: untuk pasangan derajat kebebasan v1=24 dan v2=8, ditulis juga(v1,v2)=(24,8), maka untuk p=0,05 didapat F =3,12 sedangkan untuk p=0,01 didapat F=5,28(lihat daftar1,lampiran). Ini didapat dengan jalan mencari 24 pada baris atas dan 8 pada kolom kiri. Jika dari 24 turun dan dari 8 ke kanan, maka didapat bilangan bilangat tersebut. Yang atas untuk p=0,05 dan yang bawahnya untuk p=0,01.
Notasi lengkap untuk nilai-nilai F dari daftar distribusi F dengan peluang p dan dk=(v1,v2) adalah Fp(v1,v2)
Demikian untuk contoh kita didapat
F0,05(24,8)=3,12 dan F0,01(24,8)=5,28
Meskipun daftar yang diberikan hanya untuk peluang p=0,01 dan p=0,05, tetapi sebenarnya masih bisa didapat nilai-nilai F dengan peluang 0,99 dan 0,95.
Untuk ini digunakan hubungan
Dalam rumus diatas perhatikan antara p dan (1-p)dan pertukaran antara derajat kebebasan (v1,v2) menjadi (v2,v1)
Contoh: telah didapat F0,05(24,8)=3,12
                makaF 0,95(8,24)= 0,321.
3. Distribusi t 

Distribusi t merupakan salah satu pengembangan dari Distribusi z. Secara prinsip penggunaan Distribusi t digunakan untuk membandingkan rata-rata dari dua sampel. Rata-rata dua sampel tersebut dibandingkan untuk mengetahui apakah dua data tersebut mempunyai beda. Distribusi biasanya digunakan untuk data yang banyak sampelnya kurang dari sama dengan 30.

t di definisikan sebagai berikut:


Dari definisi nilai t di atas, ada beberapa nilai yang perlu kita ketahui:


sehingga inputan data di atas sebaiknya anda tahu.

Contoh ada nilai siswa sebagai berikut:


Nilai
66
40
75
64
65
71
66
81
65
50


Apakah nilai data tersebut rata-ratanya sama dengan data yang lain yang rata-ratanya 60?
Dari data di atas diperoleh nilai sebagai berikut:



Misalkan taraf signifikansinya 0.05, nilai derajat kebebasan data tersebut dk = 10 - 1 = 9. Dari tabel distribusi t didapatkan :


Sedangkan nilai t hitung bisa diperoleh dari :



Dari nilai tersebut diperoleh


Kesimpulannya data diatas tidak berbeda signifikan dengan data yang rata-rata populasinya 60.