Senin, 28 April 2014

Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif  adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan. Sebagai contoh, bila rumusan masalah penelitian sebagai berikut ini, maka hipotesis (jawaban sementara) yang dirumuskan adalah hipotesis deskriptif.
a.    Seberapa tinggi daya tahan lampu merk X ?
b.    Seberapa tinggi produksivitas padi di Kabupaten Klaten?
c.    Berapa lama daya tahan lampu merk A dan B?
d.   Seberapa baik gaya kepimpinan di lembaga X?

Dari tiga pernyataan tersebut antara lain dapat dirumuskan hipotesis seperti berikut:
a.       Daya tahan lampu merk X = 800 jam.
b.      Produktivitas padi di Kabupaten Klaten 8 ton/ha.
c.       Daya tahan lampu merk A = 450 jam dan merk B = 600 jam.
d.      Gaya kepimpinan di lembaga X telah mencapai 70% dari yang diharapkan.
Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau Ho ditolak pasti Ha diterima. Hipotesis statistik dinyatakan melalui simbol – simbol.
            Hipotesis statistik dirumuskan dengan simbol – simbol statistik, dan diantara hipotesis nol (Ho) dan alternatif selalu dipasangkan. Dengan begitu maka dapat dibuat keputuan yang tegas, mana yang diterima dan mana yang ditolak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar